Tajuk Rencana : Jurnalistik
By Hanifah Trya - 08.22
Pengajaran Sastra yang Menyenangkan
Sastrawan Taufiq Ismail, dalam Konferensi Bahasa dan Sastra Indonesia di Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni (FPS) Unnes, menyarankan cara pandang baru dalam pengajaran sastra. Pengajaran sastra di sekolah, menurut penulis antologi puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia ini, sebaiknya membuat siswa belajar dalam situasi yang menyenangkan.
Belajar sastra secara asyik memungkinkan siswa membaca sastra secara langsung. Tidak lewat ringkasan. Keinginan mulia pemeroleh South East Asia Write Award pada 1994 ini agaknya tidak akan bisa dilaksanakan dengan mulus. Pertama, kurikulum kita belum memberi ruang leluasa untuk sastra.
Kedua, daya baca siswa masih rendah. Ketiga, belum ada aturan yang mewajibkan siswa membaca karya sastra yang digemari dalam jumlah banyak. Karena itulah, mewujudkan pengajaran sastra yang menyenangkan memang masih jadi impian. Apa yang harus dilakukan? Selain membangkitkan minat membaca (dengan cara-cara yang menyenangkan), Taufiq mengharapkan diselenggarakan kelas-kelas mengarang yang mengasyikkan.
Ini berarti pengajaran penulisan kreatif (meliputi menulis novel, cerpen, puisi, drama, naskah sinetron) harus dirancang sebagai kegiatan yang menggembirakan. Tugas-tugas penulisan kreatif tidak membebani, tetapi justru jadi kegemaran tak terperi. Tentu perlu proses panjang agar sampai pada taraf belajar-mengajar sastra yang menyenangkan. Para pengajar harus jadi teladan. Pengajar harus menggemari sebelum mengajarkan sastra kepada siswa.
Tentu akan lebih positif lagi jika para pengajar adalah kreator-kreator di bidang sastra. Pengajar sekaligus kreator akan menginspirasi siswa untuk menjadi kreator-kreator sastra pula. Telah terbukti pengajar-sastrawan sekelas Prof Dr Sapardi Djoko Damono dan Prof Dr Budi Darma menghasilkan banyak mahasiswa-sastrawan yang mahir menulis sastra.
Kini kita menunggu para guru-sastrawan di lembaga pendidikan tingkat dasar hingga menengah menginspirasi para murid menggemari dan sekaligus menjadi kreator-kreator sastra baru. Kreator-kreator baru inilah yang pada masa mendatang mengisi keindahan taman sastra. Tentu ada prasyarat yang harus segera dipenuhi agar kita lebih cepat sampai pada pada “pengajaran sastra yang menyenangkan” lebih cepat.
Pertama, sediakanlah buku sastra sebanyak-banyaknya di perpustakaan. Kedua, buat kurikulum yang memungkinkan pengajaran sastra punya ruang yang leluasa. Ketiga, perbanyak guru-guru yang punya minat sastra mengajar. Jika ini diabaikan tak mungkin impian terwujud.
0 komentar